blognya cah-cah sipil UGM

komunitas blogger Teknik Sipil dan Lingkungan UGM

Hati-Hati Dengan Pekerjaan Pemadatan Tanah Timbunan

Posted by badaruddin pada Februari 6, 2008

Pekerjaan penimbunan merupakan pekerjaan yang selalu mengawali pelaksanaan sebuah project, dimana pekerjaan ini merupakan bagian dari pekerjaan land preparation disamping land clearing serta cut soil. Sepintas pekerjaan ini sepeleh, dan kenyataannya image para pekerja dilapangan menganggapnya demikian. Apa betul demikian? Apa sih susahnya melakukan pekerjaan pemadatan tanah timbunan? Tanah dihampar kemudian dipadatkan, beres… trus dimana sulitnya? Dan kenapa mesti hati-hati…

Untuk menguraikan hal ini saya akan memulai dengan memaparkan pengalaman saya bulan kemarin sewaktu dimintai tolong salah seorang kawan untuk mendesign sejumlah pondasi pressure vessel dan facility lainnya pada satu unit oil processing plant. Saat pertama kali diberitahu bahwa rencana lokasi dari plant ini maka tanpa melihat data tanah yang ada saya sudah terbayang type pondasi dan estimate ukuran pondasinya (hal ini dikarenakan saya pernah mendesign oil processing unit yang sama disekitar lokasi tersebut). Tetapi disaat saya telah memperoleh data tanah dan akan memulai menghitung q.allowable dari tanah menggunakan formula Meyerhof, saya mulai sadar ada yang aneh dengan tanah ini sebab perkiraan saya data tanah disekitar lokasi tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi tanah dilokasi sebelumnya yang juga dilakukan pekerjaan yang sama dimana kondisi tanahnya tergolong cukup baik, awalnya saya mengira jika perusahaan yang melakukan sondir ini salah dalam mengambil data, akan tetapi prasangka saya tersebut salah ketika pihak perusahaan tersebut menegaskan bahwa demikianlah hasil dari tes tanah tersebut.

Kawan saya menambahkan kalau lokasi ini adalah lokasi timbunan, dengan kedalaman timbunan sekitar 8 m, kemudian saya cek grafik CPT nya, nilai qc tanah tegolong sebagai tanah sangat lunak dari elevasi 0.00 s/d -8.00, sama dengan ketinggian penimbunan kemudian pada elevasi tanah dibawah 8 meter nilai qc > 20 kg/cm2 dan ini termasuk tanah dengan daya dukung cukup bagus.

Daya dukung tanah pada elevasi dibawah 8 meter ini sama dengan daya dukung yang seharusnya pada lokasi sekitar plant tersebut merujuk pada pengalaman saya sebelumnya. Beranjak dari data dan cerita yang ada dilapangan, saya berkesimpulan bahwa daya dukung tanah menjadi jelek karena proses penimbunan yang kurang sempurna atau dengan kata lain pekerjaan penimbunan ini tidak sesuai prosedur.

Lho kok bisa terjadi? Gimana mekanisme kejadiannya?

Kita ketahui bahwa daya dukung tanah ditentukan oleh faktor sudut gesek tanah serta faktor nilai kohesi tanah, hal ini bisa dilihat dari persamaan berikut yang digunakan untuk menghitug kapasitas tanah :

drawing2.jpg

Dari persamaan diatas terlihat bahwa daya dukung tanah merupakan faktor sudut gesek tanah dan kohesi. Trus apa korelasinya antara pekerjaan pemadatan dengan dua parameter tanah tersebut? Ya jelas berhubungan, dimana pemadatan tanah salah satunya dapat meningkatkan kuat geser tanah disamping juga akan meningkatkan kompresibiltas dan permeabilitas.

Kalau begitu gimana caranya untuk mendapatkan kepadatan optimum?

Untuk mendapatkan derajat kepadatan yang optimum banyak dipengaruhi oleh: jenis tanah, kadar air sewaktu pemadatan serta energi dan jenis pemadatan yang dilakukan. Untuk jenis tanah tidak menjadi concern saya dalam bahasan ini akan tetapi saya ingin menekankan pada kadar air sewaktu pemadatan serta energy dan jenis pemadatan yang dilakukan, apa yang salah dengan pekerjaan pemadatan pada proyek kawan saya yang telah saya ulas diatas? Pada saat pemadatan kondisi tanah kadar airnya lebih rendah bahkan terlalu tinggi dari kadar air optimum serta jumlah lintasan compactor saat melakukan pemadatan kurang dari yang disyaratkan sehingga kepadatan optimum yang diharapkan tidak tercapai.

Trus apa akibat dari kesalahan pemadatan ini terhadap konstruksi selanjutnya?

Type pondasi yang digunakan bergantung dari daya dukung tanah, seharusnya dengan daya dukung tanah sedang dan beban yang ditahan medium seharusnya type pondasi setempat sudah memenuhi, akan tetapi karena kondisi tanahnya jelek akibat kurang optimumnya pemadatan tanah makan pondasi yang digunakan adalah pondasi dalam, sehingga biaya pekerjaan pondasi menjadi lebih mahal, dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pondasi dalam lebih lama dari pada pondasi setempat.

Kan bisa dipadati lagi tanahnya untuk menaikan daya dukung tanahnya?

Efek dari compactor saat melakukan pemadatan hanya significant pada kedalaman kurang dari 50 cm, sehingga apabila dilakukan pemadatan kembali maka timbunan yang setinggi 8 meter tersebut harus dibongakar lagi, tentunya ini bukan pekerjaan mudah karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Sehingga berhati-hatilah dalam melakukan pekerjaan pemadatan, perhatikan parameter-parameter yang berpengaruh saat akan melakukan pemadatan, lakukan pemadatan layer by layer serta lakukan tes kepadatan pada setiap layer pemadatan dengan optimum kedalaman layer pemadatan adalah 30cm padat.

Note : Dipublish pertamakali di www.badaruddin.wordpress.com

About these ads

14 Tanggapan to “Hati-Hati Dengan Pekerjaan Pemadatan Tanah Timbunan”

  1. Tri berkata

    Kenapa ya? di awal tulisan ini ada sesuatu yang menurut saya janggal, maaf lho mas. Beberapa poin di belakang mungkin memang terpapar bagus atas pengalaman mas Badarudin, tapi di awal…

    “Pekerjaan penimbunan merupakan pekerjaan yang selalu mengawali pelaksanaan sebuah project, dimana pekerjaan ini merupakan bagian dari pekerjaan land preparation disamping land clearing serta cut soil… ”

    Masa si pekerjaan penimbunan selalu mengawali sebuah project? hehe. Land preparation ga selalu gali kan? Kenapa tidak kita sisipkan saja istilah cutting, grabbing atau penggalian, yang notabene hampir selalu ada di pekerjaan tanah awal… daripada penimbunan? hehe

    Btw, thanks ilmu mekanika tanahnya… terus terang aku kepingin belajar geoteknik..suwer… tapi ga penah kesampaian… ^_^

  2. badaruddin berkata

    Thanks atas sarannya mas tri, iya seharusnya redaksinya yang benar pada sebagian proyek, bukan sebuah proyek.. (maklum baru belajar nulis…).

    Tapi concern saya pada tulisan ini bahwa pekerjaan penimbunan bukan pekerjaan remeh, karena apabila gagal, efeknya lumayan mahal di cost.

    salam
    badar

  3. Fikri berkata

    Salam kenal mas Badar, nama saya Fikri angkatan 2002. Mungkin sedikit menambahkan, salah satu faktor buruknya hasil pemadatan adalah jenis kandungan organik tanah yang dipadatkan. Walau prosedurnya sudah benar tapi kadar organiknya tinggi, hasilnya kurang bagus. Apalagi seiring berjalannya waktu proses pembusukan zat organik di tanah menyebabkan terbentuknya rongga2 udara yg menjadikan tanah lebih gembur.

    salam

    Fikri

  4. priadi berkata

    yth. Mas/Mbak , Saya ingin mengetahui cara-cara/metode dan tahapan dalam melakukan timbunan dan pemadatan dr galian tanah kolam ( berair ) yang nantinya dapat digunakan untuk tapak bangunan pabrik ( seperti pabrik kelapa sawit ). Maturnuwun sanget….

    p r i a d i

  5. debby berkata

    assalamualaikum mas…
    saya anak sipil program diploma(D3) di politeknik sriwijaya
    yang sekarang lagi ngurus laporan magang..
    Dan kebetulan laporan magang saya materinya berkaitan dengan pekerjaan galian dan timbunan untuk bangunan irigasi..
    kira-kira saran dari mas untuk bahan referensi biar bisa menunjang laporan magang saya ini apa aja ya mas….
    thanks atas jawabannya….

  6. rohissa berkata

    pak slamat siang…..
    saya minta di kirimkan ke email saya judul diatas : hati hati dengan pekerjaan pemadatan tanah.
    dari sy rohissa sianturi

  7. wisnu jurono berkata

    mungkin timbunan tsb adalah tanah scrap dari proyek lain, jadi hanya untuk nyetok tanah yang siapa tahu spec tanahnya bisa untuk konstruksi timbunan dimasa mendatang. Karena record ini tidakada mungkin pimpro pilih lokasi ini utk vesselnya. Alternatif solusi fondasi: dg tiang pancang jika tetap di lokasi ini, atau pilih lokasi lain di dekatnya kemudian ditimbun sampai elevasi desain dg prosedur kompaksi yg benar.

  8. ridho berkata

    bagaimana dengan test sand con nya…

  9. jojo berkata

    Kenalkan saya seorang karyawan (civil supervisor) di proyek Chevron Geothermal Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Pengalaman saya, pekerjaan penimbunan ini memang harus dilakukan dengan hati-hati, penuh konsentrasi, sabar dan sesuai dengan arahan teknis dari project engineer. Lakukan penimbunan tanah menggunakan selected material, bebas dari bahan2 organik, kadar airnya rendah, perhatikan cuaca, sediakan terpal sebanyak mungkin untuk menutup tanah timbunan pada saat hujan, demikian pula harus diperhatikan lokasi sumber tanah yang akan diambil, juga harus ditutup kalau hujan. Penting sekali untuk memilih tanah yang bagus untuk penimbunan, carilah tanah yang agak berbatu-batu, berpasir, atau tanah yang kalau di Jakarta agak merah dan biasa dipakai di proyek jalan tol. Lakukan penimbunan pelan2, layer-by-layer, tidak bisa sekaligus. Saya pernah mengalami penimbunan setinggi 12 meter dan berhasil, tapi juga penah mengalami penimbunan setinggi 12 meter dan gagal, sebuah excavator hampir menjadi korban, untung bisa di evakuasi. Satu hal yang penting dalam pekerjaan ini adalah jangan biarkan air masuk kedalam timbunan, tergenang, atau terperangkap didalam timbunan, sediakan sub-drain karena ini sangat berbahaya. Sekian informasi dari saya semoga dapat menjadi masukan buat semua praktisi sipil di lapangan.

  10. nusye berkata

    SALAM kenal mas, saya mahasiswa yg lagi belajar tentang geoteknik, dari paper yang mas sampaikan diatas ada hal yg msi menjadi pertanyaa :
    1. Berapa tebal atau tinggi tanah timbunan dari tiap layer (stage constructio), apakah dihitung dengan formula atau rumus, kira” rumusnya apa ya ? ataukah ada teori/pendapat lain ??
    2. mengingat waktu pelaksanaan proyek, gimana ya caranya mempercepat waktu konsolidasi dari penimbunan bertahap yang ada, agar waktu yg diinginkan lebih cepat dari waktu idealnya, apakah ada formula atau rumusnya ??.
    3. Mas dibagi dong tulisan atau referensi yang terkait.
    Trima kasih ya Mas, untuk bantuannya.. kiranya dapat direspon lewat email saya..

  11. nisa berkata

    halo teman salam kenal ya q nisa boleh minta info kerjaan buat lulusan teknik sipil ya….bagi2 infonya ya?

  12. Sigit Setiawan berkata

    Salam kenal mas…Pemadatan tanah timbunan memang baiknya dilakukan layer per layer (20cm) n material timbunan harus diperhatikan nila PI nya

  13. bambang trionohadi 9633 berkata

    Bambang triono 9633 komentar

    Bicara soal tanah timbunan berarti ada perbaikan daya dukung tanah, karena tanah asli daya dukungnya kurang memenuhi.

    Bicara penentuan jenis fondasi data diperlukan ialah penyelidikan tanah untuk mengetahui daya dukung dan jenis tanah tiap lapisnya.
    Dari data tersebut bisa di tentukan jenis fondasinya apakah fondasi dalam atau dangkal.
    Kembali ke topik tentang timbunan.
    Melalui laboratorium dilakukan analisa butiran tanah ( analisa granulair) dan dicari kadar optimalnya melalui percobaan proktor
    Tergantung beban yang ada bisa pakai standard atau modified proctor
    Pemadatannya pakai alat pemadat dengan berapa kali lintasan
    Layer by layer ( 30-50cm ) baiknya di sand cone test untuk mengetahui kepadatannya.
    sehingga kalau timbunan itu sampai tinggi 12 m akan terpenuhi kepadatanya
    Jangan lupa kadar air nya dijaga dengan ditutupi plastik

  14. Thanks for any other wonderful post. The place else could anyone get that type of
    info in such a perfect manner of writing?
    I have a presentation subsequent week, and I’m at the search for such information.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: