blognya cah-cah sipil UGM

komunitas blogger Teknik Sipil dan Lingkungan UGM

Sedikit Catatan….

Posted by ida pada Februari 18, 2008

Berikut saya melaporkan (walaupun agak telat😀 -red) dari tempat kejadian perkara tanggal 14 Februari 2008 di Ruang Sidang Biru, yang merupakan hasil retouch dari sebagian orek-orekan tangan saya yang terstimulus oleh para panelis di diskusi panel launching Waterplant Community dan juga sebagai pemenuhan hutang saya pada mas admin untuk melengkapi laporan kemarin😉 hehehe…

Kita semua menyadari betapa pentingnya air bagi kehidupan makhluk hidup. Sebagian orang masih bisa bertahan tiga hari tanpa makanan, tetapi bagaimana jika tanpa minum?? (wah kalau saya nggak bisa nggak makan satu hari, udah gemeteran itu –red)

 

Di Indonesia sendiri ada peraturan pemerintah mengenai Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yaitu..

 

 

PP No 16 Tahun 2005 yang diundangkan di Jakarta pada tanggal 21 Maret 2005. diantaranya adalah sebagai berikut.

Pasal 37 (1) : (Bab V. Wewenang dan Tanggung Jawab)
Pengembangan SPAM menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum bagi kebutuhan pokok minimal sehari hari…

Apabila dicermati, (seperti yang disampaikan Bpk Aji, dari ilmu sosial), PP tersebut masih begitu state base orientation, masih menempatkan negara/pemerintah pusat dan daerah sebagai faktor yang sangat penting dalam penyelesaian masalah tersebut. Kritik yang sama terhadap PP tersebut juga disebutkan juga oleh pembicara (Bpk Irman Djaya). Disebutkan juga bahwa pada tahun 2004 pelayanan air minum perkotaan baru mencapai 41%, dan pada tahun 2009 akan diupayakan menjadi 66%, sedangkan pelayanan di pedesaan meningkat dari 8% (thn 2004) menjadi 30% (thn 2009). Ketika ternyata, state, belum dapat memberikan layanan untuk kebutuhan air, dan ternyata memang ada faktor yang hilang disana, yaitu masyarakat, masyarakat bukan hanya sebagai objek yang dilayani.tetapi sebagai subjek pembangunan/ community based sehingga diharapkan akan terjadi “Self Service” (kalau saya lebih suka kata Self Reliance –red). Hal tersebut hendaknya bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga tanggung jawab dari berbagai pihak, termasuk akademisi.😉

Berikut pesan dari Bpk Harjono, yang diambil dari bahasa jawa, yakni wiryo, arto, lan winasih. Jadilah kita sebagai orang yang winasih, yakni lengkap dengan ketinggian dan kelengkapan ilmunya. Karena nanti kalau sudah winasih, arto/materi itu akan dating dengan sendirinya, dan winasih tersebut juga akan membawa kita ke tingkat wiryo/kehormatan. Bpk Harjono ini juga pandai bermain-main dengan “cangkriman/cekakan” (istilah jawa yang artinya singkatan/kependekan/abbreviation), misalnya saja beliau mengatakan bahwa memang kalau melihat lagi, dalam diskusi panel ini bahwa masyarakat yang mengalami krisis air itu Pancen Nelongso (Pa-Nel = PAncen NELongso), makanya itu kita harus lari ke ITS, Iki Terus diSurvey lan diSosialisasikan, ada sumber tdk?ada pontensi tdk? Jika dibangun masyarakjat sanggup mengelola tdk spy ttp berkelanjutan? Trus tahapan berikutnya adalah TRISAKTI (tri=3) (1), sakti untuk melobi, (2), sakti dalam merencanakan dan melaksanankan, dan (3) sakti dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya menuju ke UGM (Urut /presedural, Greget, Mantep/Marem,) marem wis ngalir, abis itu baru ke bandung dan Jakarta, namanya ke ITB dan PU, Iki isish Tambah Biaya?? nek Perlu Uang, ya ayuk diusahakan, untuk menyempurnakan system tersebut agar mjd UI, Urip Ijen /mandiri. Bpk Sunjoto, dalam acara itu memberikan a litle shot kepada kita sebagai orang Teknik Sipil, bahwa kita patut merasa ikut bertanggung jawab dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan, sebab teknik sipil itu membangun peradaban (Civil Engineering, Civil à Civilization).(Tentu saja dengan berkolaborasi dengan disiplin ilmu lain –red).

Yukz mari….


		

5 Tanggapan to “Sedikit Catatan….”

  1. herr said

    Pengembangan SPAM menurut PP tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah karena cost untuk pembangunan SPAM itu sangat besar meskipun dalam skala kecil, klo dialihkan ke pihak swasta bahkan swadaya masyarakat tanpa campur tangan pemerintah, saya rasa masih belum mampu.

    Kreatif juga nih Pak Harjono, btw undip, uncen, uns dan unbraw belum ada kepanjangannya nih…

  2. ida said

    yah, at least pembangunan dengan melibatkan masyarakat sebagai shareholder dan stakeholder, bukan hanya object pembangunan…
    salam hangat,

  3. Atmo said

    saya setuju ajah deh..

  4. nirmala said

    just spot: SPAM menjadi tanggung jawab pemerintah >> memang sudah harusnya begitu!
    keikutsertaan kita, masyarakat, atau pihak lain memang perlu- tapi yang perlu diingat: hal ini jangan menjadi pemakluman terhadap pemerintah yang nyatanya memang belum mampu memberikan pembangunan akses yang lebih baik.
    pemerintah sudah memiliki rancangan program2 sistem pembangunan (percaya de, tenaga ahli di pemerintahan buanyak sekali) yang sayangnya belum banyak direalisasikan- mungkin disinilah kita berperan, sebagai pem-bukamata, pengingat, pendorong pemerintah untuk melakukan pembangunan.
    jadi, kita bergerak atas rasa tanggung jawab sebagai warga negara, tanggung jawab sosial, tanggung jawab kita untuk berkontribusi kepada masyarakat- bukan hanya sekedar ‘mendukung program pemerintah’.

  5. zulaikhabudiastuti said

    saya hanya ingin bertanya…kapan web waterplant dibagusin???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: