blognya cah-cah sipil UGM

komunitas blogger Teknik Sipil dan Lingkungan UGM

Memperbaiki Kaca yang Retak

Posted by zulaikha pada Maret 4, 2008

Kok milisnya 2002 sepi y…apa kabar teman?

Memperbaiki kaca yang retak… ini judul sebuah artikel yang saya baca kemaren. negri kita sering mengalami salah kaprah. Mungkin saya pribadi juga termasuk penganut salah kaprah…
Contohnya:
1. menaiki atap kereta api itu sah-sah saja
2. melewati busway itu boleh
3. mendirikan bangunan di RTH itu oke-oke saja
dan semuanya bermula dari sebuah ketidaktegasan. Jika dari awal muncul fenomena naik atap KRL, larangan langsung diberikan dan dilakukan secara konsisten maka masalah ini tidak akan berlarut-larut hingga sekarang, dan penumpang pramex tidak perlu manikmati kenaikan tarif hingga R8000,00 an (padahal tahun 2002 masih 3500, trus naik 5000, trus jadi 8000)…

Kalau pemerintah DKI tegas dengan busway dan tidak mau berkompromi dengan masyarakat Pondok Indah yang egois, saya rasa kebijakan membolehkan kendaraan selain bus Transjakarta masuk busway tidak perlu terjadi….kalo sudah seperti ini……..jadi tidak kelihatan manfaat busway dan tetep….macet…(4M..macet, macet mau marah!!!!!!)

Menjamurnya PKL di RTH pasti diawali dari satu pedagang,,,pertamanya malu-malu dan takut-takut, kemudian kok laris…melihat hal tersebut, temannya ikut-ikutan…nah…akhirnya dibangunlah rumah permanent, mereka membayar retribusi dan pajak dan membuat KK di sana…Amboradul…dan untuk mengatasinya hanya ada satu kata…PENGGUSURAN.

Ini adalah fenomena di depan mata kita…sesuatu yang ditakuti untuk dilakukan, lalu dicoba dilanggar secara terbuka, ternyata tidak ada yang mencela, tetapi malah semakin banyak saja dukungannya…alhasil SALAH KAPRAH……

Lalu siapakah yang harus bertanggung jawab?

Lagi-lagi pemerintah adalah ulul amri yang akan dimintai pertanggungjawaban. Namun demikian tiap pribadi dari kita juga pasti akan dimintai pertanggunganjawaban bukan?

Memang nasi telah menjadi bubur…namun setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Tergantung bagaimana cara pandang dan cara menyikapi masalah

Ada banyak contoh, kasus no 3 biasa diselesaikan dengan represif..padahal jika ditelusuri akal persoalannya adalah ketidakmampuan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaaan. Harusnya pemerintah berterima kasih kepada orang-orang yang telah begitu berani membuat sesuatu untuk orang lain (lapangan pekerjaan)…memang ada kesalahannya (yang pada akhirnya tidak dianggap menjadi sebuah kesalahan karena pemerintah sebagai penindak kesalahan tidak melakukan apa-apa.

Di solo pada tahun 1999 (setelah reformasi) di mana terasa tidak ada lagi peraturan yang dapat dipegang maka pada saat itulah pedagang kaki lima merebak di sembarang tempat. Benar-benar kekacauan luar biasa yang merubah fungsi tata ruang kota solo pada waktu itu. Akhirnya setelah sekian lama dan berganti walikota, Joko wi berhasil merelokasi PKL dengan cara yang sangat sopan dan tanpa pertengkaran..(Namun sayanganya tindakan Joko wi ini tidak pernah diikuti oleh kota lain). Dalam menyelesaikan masalah PKL benang merahnya adalah di mana ada pedagang di sana akan ada pembeli. Ini adalah hukum alam. Dan dalam permulaan pastilah ada warming up (tidak ada pembeli), namun lama kelamaan, pembeli pasti berdatangan….Dengan menyiapkan tempat yang layak (baik bagi pedagang dan pembeli) dan memberikan sedikit pengertian kepada PKL merupakan sebuah tindakan memperbaiki kaca retak. Namun jika pemerintah serta merta menggusur…jangan-jangan ada dana APBD atau tuntutan batas waktu atau deadline proyek!!!!! Ini yang bahaya……

Bangsa ini memang masih belum konsisten dan sangat tergantung kepada pemimpin. Beda pemimpin beda kebijakan, kebijakan yang telah ada dari pendahulu serta merta diganti…biasalah…narsis.

Sama dengan kasus Transjakarta. Public transport yang nyaman adalah solusi tepat untuk menyelesaikan kemacetan. Hitung-hitungan dan investasi yang sangat besar harus dilakukan dengan konsisten. Apa sih yang dijual dari busway?
1. Kenyamanan
2. Keamanan
3. Dan yang pasti kecepatan karena sudah diberi jalan sendiri …BUSWAY

Tapi begitu kebijakan ini tidak didukung oleh polisi maka…….AMBURADUL

Pascalebaran 2007, keluarlah kebijakan gubernur tentang busway boleh dilalui kendaraan umum dan tentunya kebijakan ini didukung oleh polisi….hasilnya
Kemacetan tetap terjadi dan makin lambatnya busway……sial benar nasib pengelola busway. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan, karena double masalah telah ditimbulkan.. seharusnya cara pandangnya adalah saat kemacetan tiada tara terjadi armada Transjakarta segera ditambah.. sehingga lirikan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum ini akan terjadi. Sebenarnya kemacetan Jakarta yang luar biasa pasca lebaran adalah fenomena terbaik untuk memunculkan citra baik Busway..Tapi apa mau dikata Polisi dan Gubernur telah memecahkan kacanya sendiri…Yang bisa dilakukan sekarang adalah perbaikilah kaca tersebut dengan mendisiplinkan kembali pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum selain busway unutk tidak melewati busway…..kemudian sosialisasi besar-besaran tentang busway, keuntungan dan kelebihannya diuraikan secara gamblang sembari memperbaiki dan menambah hingga menjadi sempurna.

Permasalahan demikian sangatlah dekat dengan dunia sipil menurut saya..sebagai seorang intelek kita harus bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah yang hati nurani kita menyatakan benar karena akan memberikan kebaikan untuk orang banyak, namun juga bisa berkata tidak untuk sesuatu yang hati nurani mengatakan itu tidak!!!

Memperbaiki kaca yang retak, marilah melihat sesuatu dari segala sisi untuk menemukan akar permasalahan, menyelesaikan masalah tanpa riak, menyuruh orang tanpa membuat orang tersebut merasa disuruh.

zulaikha (TS 02)

20 Tanggapan to “Memperbaiki Kaca yang Retak”

  1. herr said

    judul di atas mungkin lebih tepatnya ‘Menyusun Kembali Puzzle yang Berserakan’karena semua kalangan baik pemerintah maupun masyarakat punya andil untuk membangun bangsa ini. klo sekiranya pemerintah punya program yg bagus dan terencana dengan baik maka harus didukung dan saling mengisi oleh semua elemen ibarat menyusun sebuah puzzle.
    *sok tahu banget ya:mrgreen: *
    apakah bangsa kita seperti itu? kita bisa menilai sendiri…

  2. zulaikhabudiastuti said

    “kaca retak” adalah kiasan untuk peraturan yang dilanggar.TQ ya komentarnya.

  3. ida said

    lho, tak pikir kaca beneran….

  4. zulaikhabudiastuti said

    AH IDA…jangan nyambung “komentar dibalas komentar” komentari tulisannya mbak…biar bisa ketahuan tanggapannya

  5. ariebp said

    Loh,baru tau saya kalo kendaraan lain boleh lwt busway(ada kebijakan gubernur) ,kalo kyk gtu ya sia2 saja invest milyaran buat bikin busway.Lagi2 kebijakan aneh..

  6. zulaikhabudiastuti said

    ya…habis lebaran itu. Kl ndak salah tanggal 13 November -13 Desember 2007. Kebijakan ini akan diterapkan dan akan dilakukan eveluasi berkala tiap minggu. Tapi pada kenyataannya, busway tetap dilewati kendaraan pribadi dan angkot. That’s way pendapatan busway menurun drastis dan pengelola busway berinisiatif menerapkan contra flow minggu lalu, tapi di marahin habis-habisan sama gubernur.

  7. ariebp said

    Saya setuju dg contra flow itu,tp kok ga jadi knapa sie?Gara2 gubernur itu ya?Harusnya kalo ga maw macet ya naek transjakarta.Brarti skr proyek busway dan transjakarta ini jadi setengah2…Ra niat blas..

  8. zulaikhabudiastuti said

    contra flow adalah salah satu cara untuk memaksa kendaraan selain transjakarta melewati busway. Ini termasuk silence system. Diam-diam dan tidak melibatkan banyak orang. kuncinya hanya satu, sosialisasi.

    Konon ini merupakan kebijakan sedikit frustasi dari pengelola busway utk mengusir penyerobot busway. Alasannya Foke sih karena pihak oengelola busway belum lapor kepada gubernur.

    biasalah ganti pejabat ganti kebijakan.

  9. herr said

    jadi intinya busway di jakarta sudah efektif dan efisien apa belum untuk mengatasi kemacetan? padahal transjakarta ini jadi proyek contoh busway bagi kota2 lainnya kayak jogja. mudah2an jogja nggak seperti itu.
    btw kabar monorel gimana, wahai orang yg tinggal di jakarta?

  10. arinova said

    media juga patut disalahkan loh,

    sebenarnya aturan busway boleh dilewati itu hanya untuk koridor yang belum selesai dibangun, tapi gara2 media yang diekspos cuma ‘boleh melewati busway’, yang bagian ‘koridor yang belum selesai dibangun’ ga pernah diekspos.

    seperti biasa lah, kita ga bisa apa-apa kalo udah ada salah kaprah oleh media, ini belum termasuk ‘meng-salah-kaprahkan’ istilah busway itu sendiri loh

    silahkan mampir ke forum suaratransjakarta.org & milis suaratransjakarta@yahoogroups.com buat diskusi panjang lebar soal ini, terutama bagi yang tinggal di jakarta & menggunakan Bus Transjakarta

  11. zulaikha said

    begitulah…bisa menggunakan busway yang belum jadi dan beberapa koridor ruas busway…….

    jadi ingat percakapan sama JOKO pas puasa lalu. Kebetulan kita mau ada buka puasa di Kelapa Gading. Saya jamjiam ma Joko di PP, trus naik busway..di tengah jalan Deni Siswanto telpon, cekikikan mereka ngomonging transjakarta dan busway..”kita kan ga boleh ngomong naik busway, bolehnya ngomong ‘naik transjakarta'”…saya jadi malu dan kembali teringat kuliahnya pak sigit.

    memang sangat menarik membahas busway dan public transport.

    kabar monorel, saya kurang tahu. Terakhir lewat kuningan pas dari menteng, cuma ada tiang-tiang, di Senayan juga cuma bisa lihat tiang-tiangnya. Tapi ada lho monorel yang sudah jalan di Jakarta…Di Taman Mini indonesia Indah…Monorel ini sudah bisa dinikmati😛

    Ada satu lagi fasilitas public yang dibangun, di daerah stasiun kota, kalo ga salah karna lebetulan saya belum ke sana. Ada subway buat pejalan kaki. Bagus kelihatannya. Tapi respon awal masyarkat masih kurang antusias memanfaatkan fasilitas ini.

    Kalo teman-teman main ke bogor, di depan pintu Kebon Raya Bogor yang dekat IPB, tugu kujang ada subway untuk pejalan kaki, tapi aneh bin ajaib, kakak saya yang sudha tinggal di sana 2 tahun baru tahu kalo ada subway.sayang banget, padahal subway dibangun untuk melindungi pejalan kaki.

  12. ariebp said

    subwaynya ada kaki limanya mbak??:mrgreen:

  13. herr said

    @arinova
    betul mas, mungkin masyarakatnya yang gak mudheng atau salah kaprah terhadap berita yg diekspos media, kurang cermat memahami dan menanggapinya (maklum orang indonesia😆 )
    btw milis transjogja dah ada belum ya? mas ariebp mungkin tertarik bikin milis transjogja? dari kemarin semangat sekali melaporkan perkembangan transjogja di blognya… salut

    @zulaikha
    oooo saya jadi tahu klo ternyata transjakarta itu bukan busway toh:mrgreen:

  14. ya iyalah her,, transjakarta itu busnya, sedangkan busway itu jalannya. ada mobil ada jalan raya, ada transjakarta ada busway. gitu loh… dengan kata lain transjakarta itu adalah sarana, sedangkan busway itu prasarana.
    Busway adalah jalur khusus di jalan raya yang diperuntukkan bagi bus transjakarta itu.

  15. her sorry komentarnya. bukan bermaksud menggurui, cuma seneng berbagi ilmu. hahaha..
    oya, mengenai tulisannya Zulaikha, aku setuju banget. kasian tuh busway nya. jadi ga previlige lagi deh..

  16. bantons said

    Apapun yang terjadi, Busway harus diistimewakan, biarin yang lain macet, biarin orang di perumahan elit ribut
    klo mau baik mang butuh sdikit bahkan maksa, soalnya dah “pecah” si…

  17. Sebenernya Bus Trans Jakarta itu bisa menjadi moda transportasi pilihan bagi kalangan menengah ke atas. Namun kayaknya orang2 menengah ke atas masih enggan menggunakannya dan lebih seneng naik kendaraan pribadi. Akhirnya ya jalanan tetep macet karena dipenuhi oleh kendaraan2 pribadi tsb. Kalo Bus Trans Jakarta bener2 bisa dioptimalkan fungsinya, kemacetan bisa kok diatasi.

    Jadi, salah kalo ada anggapan busway cuma menambah kemacetan. Yang salah itu masyarakat yang pake mobil pribadi yg bikin jalanan tambah macet.

    Gimana kabar contra flownya? Buat kendaraan yg suka menyerobot jalur busway, rasain loe loe pade! He..he peace!

  18. zulaikha said

    hehe..berhubung kemaren saya pulang ke Solo, saya tidak bisa menyampaikan crita busway yang terbaru…

    “mengalah untuk orang banyak” ini yang harusnya diusung dan ditiupkan di dada-dada orang kaya di jakarta.

    sebagai insan sipil, kita semua pasti mendukung busway 100% kan..apapun yang terjadi busway adalah istimewa. Kl nanti ada busway ke arah kantorku aku mau pake busway aja.

    untuk subway yang di Kota saya belum berkunjung, kl yang di Bogor, ada PKL-nya, sedikit..mungkin karena tidak terlalu ramai, jadi baru dikit PKL-nya, beda ma jembatan -penyebrangan jalan di UKI..mau nyari apa aja ada.

    anyway..kemajuan suatu bangsa tercermin dari transportasinya…

    kata pak Heru harus ada perubahan besar untuk mendapatkan hasil besar…karena sesuatu yang tetap adalah perubahan (nyambung ga sih)

  19. herr said

    FYI, ini ada file gambar trayek bus patas Trans Jogja
    http://www.esnips.com/doc/0e892423-6b86-497f-88c5-96b55de2ff49/Rute_Trayek_Trans_Jogja
    moga bermanfaat…

  20. zulaikha said

    tq her..harusnya ngasih kemaren sebelum pulang ke solo, jadi saya bisa ikut mencoba trayek trans jogja.

    kelupaan..kemaren pas nyepi sempat distrilkan beberapa busway..satu langkan memperbaiki kaca yang retak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: