blognya cah-cah sipil UGM

komunitas blogger Teknik Sipil dan Lingkungan UGM

Memperkosa (Kodrat) Sang Excavator

Posted by Fikri Faris pada Agustus 25, 2008

picked from www.art.comSebelumnya saya mohon maaf dengan judul yang terlalu vulgar, walaupun begitu judul di atas memang menggambarkan apa yang akan saya sampaikan di tulisan ini. Excavator, dalam istilah dunia teknik sipil, sejatinya adalah alat berat yang digunakan dalam keperluan menggali. Tetapi dalam praktiknya kadangkala kodrat si Lengan Tunggal ini “dilanggar”. Tidak jarang di televisi kita melihat excavator (umumnya hydraulic backhoe) digunakan untuk mengeksekusi rumah yang disengketakan, ataupun menggusur rumah reyot atas nama keindahan kota. Seperti halnya menggunakan sapu lidi untuk memukul nyamuk selain menggunakannya untuk menyapu, “pelanggaran fitrah” ini tentu tidak dapat disalahkan terlebih lagi jika berbicara mengenai kepraktisan, biaya, waktu maupun alasan lain. Malah menurut saya, hal ini adalah suatu bentuk kreativitas.

Kali ini penulis ingin sedikit bercerita tentang pengalaman berkenaan dengan topik ini. Pada tahun akhir tahun 2007, penulis diikutkan dalam sebuah tim untuk menganalisis masalah galian kanal pada suatu ladang minyak di pulau Sumatera. Pihak main contractor bermaksud untuk menambah kapasitas kanal dengan memperdalam kanal. Namun, mereka mengkhawatirkan kelongsoran yang bakal terjadi pada suatu bagian kanal ketika proses penggalian berlangsung. Pada bagian ini terdapat beberapa wellpad/sumur minyak yang vital. Tim kami diminta untuk memberikan solusi cara mengamankan/memperkuat bagian kanal tersebut sebelum penggalian dilaksanakan. Menurut data hasil investigasi, kondisi tanah pada site sangat lunak terdiri dari lapisan tanah gambut sangat lapuk dan lempung lunak. Tanah lempung yang cukup kaku berada pada kedalaman antara 6 s/d 8 meter. Dari hasil analisis dan diskusi yang panjang, tim kami merekomendasikan untuk memasang konstruksi pile/ cerucuk dari pipa baja bekas (steel pipe pile), berhubung perusahaan pemilik ladang minyak tersebut memiliki banyak pipa baja bekas sisa pengeboran. Konstruksi pipe pile rencananya akan ditanam hingga kedalaman 10 m sepanjang tepi kanal dengan jarak tertentu.
Masalah yang kemudian kami hadapi adalah bagaimana cara memasangnya. Mendatangkan alat berat pile hammer sangat sulit karena di sekitar site terdapat banyak jaringan kabel listrik selain kondisi tanah yang tidak memungkinkan. Selain itu kami juga khawatir dengan getaran/beban dinamis dari pile hammer ketika memancang cerucuk justru akan memicu longsoran.

Perhatian tim kami beralih pada excavator. Seorang senior dari tim kami yakin bahwa excavator jenis hydraulic backhoe dapat digunakan untuk menekan pipe pile hingga kedalaman tertentu hanya dengan menggunakan bucket. Kami pikir hal ini dapat memberi keuntungan dalam hal mobilisasi dan beban dinamis yang minimum pada tanah. Namun perlu usaha empiris untuk meyakinkan main contractor akan hal ini. Tim kami menggunakan data tanah sondir (CPT) untuk menghitung tahanan tanah yang akan dilawan excavator ketika memasang pipe pile hingga kedalaman yang disyaratkan. Data sondir yang kami pilih adalah data yang memberi tahanan tanah terbesar. Apabila kemampuan excavator lebih besar dari tahanan tanah maka usaha menekan pipe pile mungkin untuk dilakukan. Dari hasil perhitungan, tahanan tanah yang akan dilawan excavator sebesar 29.6 ton. Dari spesifikasi excavator yang akan digunakan (kontraktor menggunakan Kobelco SK-210LC), kami mengasumsikan bahwa kemampuan tekan excavator (total force) adalah jumlah dari bucket digging force, arm crowding force dan bucket weight, sehingga total force yang kami dapatkan 28 ton. Dengan total force sebesar itu excavator memang tidak dapat menanam cerucuk hingga kedalaman tepat 10 m, namun dengan sedikit ketukan (slight impaction) kami yakin kedalaman tersebut dapat tercapai, terutama pada daerah lain yang tahanan tanahnya lebih kecil.
Dengan bukti empiris tersebut main contractor dapat menerima rekomendasi kami. Namun, beberapa bulan setelahnya kami mendapat kabar bahwa pemancangan pipe pile rata-rata hanya mencapai 8 meter menggunakan excavator. Walau begitu, konstruksi tetap dilanjutkan karena menurut analisis kami kedalaman 8 meter masih aman. Setelah ditelaah, ada factor yang belum diperhitungkan dalam analisis, yaitu faktor reduksi mesin. Kemampuan excavator yang digunakan di lapangan tentu tidak 100% seperti yang dicantumkan dalam spesifikasi. Kebanyakan alat berat yang digunakan pada proyek adalah alat-alat lama yang kemampuannya tentu banyak berkurang, sehingga perlu suatu faktor reduksi untuk memperkirakan kekuatan alat berat yang sesungguhnya.

Related videos:

Ballet Excavators

Attached hammer on excavator

6 Tanggapan to “Memperkosa (Kodrat) Sang Excavator”

  1. penasehat said

    Salam kenal dan salam persahabatan untuk saudara-saudara sipil UGM dari Sipil 2004 UNS Solo.

    sipil2004.wordpress.com

  2. Die said

    Salam kenal dari alumni civil ugm 93.
    Cerita yang menarik, saya jadi ingat pengalaman sejenis pada pemasangan cerucuk untuk stabilisasi canal pada pekerjaan saluran dan bangunan air proyek lahan gambut sejuta hektar di kuala kapuas kalimantan tengah kira2 11 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1997 waktu saya sedang KP di sana, ikut timnya Pak Budi WS.

    Btw, ada yang tau kabar terakhir proyek 1 juta hektarnya Soeharto gak?
    Untuk pengelola blog, link ke milis alumni 93 kok belum ada?

  3. Fikri said

    salam kenal Pak Nurul Hadie, terimakasih komentarnya. Ternyata kita sama2 pernah memperkosa excavator, hihihi😀
    Wah, proyek gambut itu saya juga ngga tau rimbanya Pak, mungkin ada teman2 yang tau?

    Soal milis alumni 93 sudah saya sampaikan ke moderator.

  4. eshape said

    Judulnya memang “eye cathing”, blognya juga oke.

    Ide untuk membuat sebuah blog dan diisi oleh beberapa penulis menunjukkan semangat berbagi yang perlu untuk dipupuk dan dikembangkan terus.

    Keluargaku juga membuat blog yang penulisnya adalah anak, istriku dan aku [silahkan cek di http://s3h4t1.blogspot.com/%5D.
    Aku juga membuat blog untuk teman-teman penulis tamu [silahkan cek di http://eshape.blogspot.com/%5D

    Makin kuat semangat berbagi, maka akan makin berwarna blog ini.
    Semoga begitu.

    Amin.

    Salam
    Moderator milis civeng
    http://groups.yahoo.com/group/civeng/

  5. susanto jk said

    salam kenal…., dari temen-temen teknik sipil atma jaya jogja, 2005

  6. kami JUAL excavator kebun sawit, jual excavator swamp / rawa-rawa untuk kebun sawit lahan gambut, jual excavator amphibi dengan pontoon undercarriage yang berguna untuk menjadikan excavator biasa menjadi excavator amphibi atau swamp excavator atau excavator rawa-rawa, floating excavator. Swamp backhoe cocok untuk pengerukan kebun sawit lahan gambut, empang, tambak, danau, sungai, pantai.

    Swamp backhoe atau Excavator amphibi merupakan excavator terapung di air maupun lumpur atau lahan gambut serta rawa-rawa.

    Silahkan hubungi :
    Email : info@swampbackhoe.com
    HP: 081241346651 atau 081241888131 atau 085255816221
    PIN BB : 275EA90D
    Suka · · Promosik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: