blognya cah-cah sipil UGM

komunitas blogger Teknik Sipil dan Lingkungan UGM

Value Engineering : Optimasi

Posted by Eko Sutrisno HP pada Maret 25, 2010

“Apa beda antara Value Engineering dengan Innovasi ?”

Begitu salah satu pertanyaan yang diajukan oleh Bangun Sucipto, lulusan Sipil UGM yang sampai sekarang masih setia dengan kiprahnya di bidang optimasi infrastruktur.

Value Engineering (VE) intinya adalah bagaimana agar biaya konstruksi menjadi lebih murah tetapi spesifikasi tetap dipenuhi, sehingga pada muaranya akan menguntungkan pihak Owner dan pihak Kontraktor.

Berbeda dengan inovasi yang hanya menguntungkan pihak kontraktor saja, maka VE lebih luas lagi manfaatnya, sehingga akan sangat menguntungkan bila dilaksanakan di seluruh proyek yang ada di Indonesia.

Contoh VE terlihat pada bangunan jalan layang Gatot Subroto yang dibangun pada tahun 80an sangat berbeda dengan jalan layang TB Simatupang yang dibangun 10 tahun kemudian. Terlihat dimensi kolomnya yang lebih kecil.

Untuk memunculkan optimasi, maka perlu kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelesaikan konstruksi. Ide yang seperti apapun jangan dihakimi dengan keputusan yang negatip. Biarkan semua ide mengalir dan pada akhirnya akan muncul ide yang bisa dimanfaatkan untuk menurunkan biaya pekerjaan.

Engineer perlu diberi wadah untuk menuangkan kreasinya dan berikan apresiasi yang memadai sesuai dengan prestasi yang telah dicapainya.

Canangkan moto “Optimasi atau Mati”, maka akan muncul semangat melakukan kreatifitas untuk membuat perusahaan menjadi lebih optimal dalam melaksanakan kegiatannya.

Semua kejadian, apapun bentuknya, bisa menjadi inspirasi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Misalnya kasus lem gagal yang kemudian malah menjadi prototype “Post It!”. Banyak sekali kasus yang membuktikan bahwa semangat untuk berbuat lebih baik akan menelorkan hasil yang juga lebih baik.

Bangun Sucipto mengemas semua cerita di atas dengan santai saat berbagi pengetahuan dalam acara Leadership Development Program di Sentul Leadership Development Center (SLDC). Bagi yang penasaran dengan cerita ini bisa mulai membuka buku karangan beliau “Optimasi Infrastruktur” yang bisa dicari di Gramedia atau toko buku lainnya.

Mau kontak langsung dengan pengarangnya, bisa ikut milis Teknik Sipil UGM atau melalui surel beliau di bangunsh@yahoo.com

+++

artikel tidak terkait : Bekasi Bersih Partisipasi Blogger

32 Tanggapan to “Value Engineering : Optimasi”

  1. wahyu mahendra said

    Salam kenal Bp. Bangun dan admin saya mahendra lulusan teknik sipil UGM 08, (jadi masih hijau pak hehehe)..mengenai value engineering saya ingin bertanya, ketika konsultan perencana dan owner telah sepakat dengan dokumen kontrak (yang berisi gambar DED, RKS, RAB dll)maka apakah pihak kontaktor pemenang tender bisa melakukan value engineering? (tentunya dg sepengetahuan dan ijin owner)dan apakah terjadi peralihan tanggung jawab mengenai mutu dan kualitas pekerjaan dari konsultan perencana ke pihak kontraktor pelaksana? sepengetahuan saya value engineering ini diatur juga dalam peraturan pemerintah /peraturan presiden ya?

  2. eshape said

    Salam

    Mas Wahyu, VE harus disetujiui semua piohak dan tanggung jawab semua pihak ya sesuai dengan apa yang tertera dalam kontrak atau peraturan yang berlaku.

    Jangan lupa, biarpun tidak ada VE dan ada kegagalan bangunan karena disain yang salah, maka pihak kontraktor juga bisa terkena sangsi.

    Mari kita sama-sama buka UUJK no 18 ya mas.

    Saya teruskan pertanyaan ini ke pak Bangun untuk dikomentari sama beliau.

    Salam.

  3. Mas Mahendra,
    Saya senang sekali ada junior hijau sudah tertarik VE, semoga kelak menjadi “Green Engineer” yang didambakan dunia. Amien.
    – Selama kondisi kontrak memungkinkan (tidak dilarang), Kontraktor pemenang tender (hemat saya) seharus melakukan Optimasi baik berupa VE maupun Inovasi Konstruksi, karena dengan demikian disamping akan memberi peluang baginya untuk meningkatkan kinerjanya, juga memberi kontribusi kepada daya saing bangsa.

    – Mengenai tanggung jawab terhadap mutu dan kualitas pekerjaan tetap pada Kontraktor.

    – VE diatur dalam “General Condition of Contract (FIDIC-1999, 2005) clause 13.2”; kami belum melihat ada peraturan pemerintah tentang haL ini.(Note: rencana pemerintah akan mempercepat pembentukan “Komite Inovasi Nasional”, mestinya akan mencakup optimasi dsb. yang berbasis inovasi).

    Salam

  4. Anung said

    Yth. Pak Bangun SH,

    Kalau begitu, klausul mengenai VE yang bagaimana yang bisa dimasukkan kedalam syarat-syarat kontrak?
    Bagaimana bunyi klausul kontrak, mengenai:
    1. Lingkup VE, mana yang boleh – mana yang dilarang
    2. Responsibility thd proses dan hasil VE, pada kontraktor yang melakukan VE. Kalau hasil VE secara tidak langsung mempengaruhi elemen struktur lain yang tidak tersentuh VE, bagaimana?
    3. Pembagian “keuntungan” hasil VE, berapa untuk kontraktor – berapa untuk owner?
    4. Kontraktor yang bagaimana yang eligible untuk melakukan VE, eg. apakah kontraktornya harus punya staff design yang ber-SIBP?
    5. Apakah perlu revisi ijin, eg. IMB, untuk hasil VE?
    Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih untuk jawabannya.

  5. Mas Anung,
    Pertama saya koreksi, nama saya nggak pakai SH, nanti bisa dikira SH gadungan.
    Klausul kontrak mengenai VE ada di “General Condition of Contract (FIDIC 1999 atau 2005) clause 13.2” sila di download atau cari copynya diperusahaan2 konstruksi pasti punya. Boleh juga minta Administrator yang Bung Eshape.
    1. Lingkup Mana saja dalam di kontrak, berupa: alternatif design, percepatan, peningkatan efisiensi, tidak ada yang dilarang asal tujuannya untuk meningkatkan benefit dan disetujui oleh POwner.
    2. Responsibility, bisa Kontraktor maupun Perencana tergantung kesepakatan kemana mengalokasikan biaya kalau terjadi resiko. Oleh karena itu design yg sudah berubah harus diasuransikan dibawah klausul “Designer Risks” sebagai endorsement dari CAR (Contractor All Risks Insurance).
    3. Aturan internasional seperti yang tertuang dalam FIDIC, pembagian keuntungan/benefit adalah 50% Owner dan 50% Kontraktor.
    4. Ya, dan secara International Kontraktor punya AVS (Associate Value Specialist) yang eligible melakukan VE world Wide.
    5. Ya, betul.
    Salam/BS

  6. Bangun Sucipto said

    Mas Anung,
    Pertama saya koreksi, nama saya nggak pakai SH, nanti bisa dikira SH gadungan.
    Klausul kontrak mengenai VE (Lihat jawaban kepada Mahendra).
    1. Lingkup Mana saja dalam di kontrak, berupa: alternatif design, percepatan, peningkatan efisiensi, tidak ada yang dilarang asal tujuannya untuk meningkatkan benefit dan disetujui oleh POwner.
    2. Responsibility, bisa Kontraktor maupun Perencana tergantung kesepakatan kemana mengalokasikan biaya kalau terjadi resiko. Oleh karena itu design yg sudah berubah harus diasuransikan dibawah klausul “Designer Risks” sebagai endorsement dari CAR (Contractor All Risks Insurance).
    3. Aturan internasional seperti yang tertuang dalam FIDIC, pembagian keuntungan/benefit adalah 50% Owner dan 50% Kontraktor.
    4. Ya, dan secara International Kontraktor punya AVS (Associate Value Specialist) yang eligible melakukan VE world Wide.
    5. Ya, betul.
    Salam/BS

  7. Salam

    Pak Bangun tanpa SH, saking semangatnya menjawab sampai dua kali ya pak.
    Semoga mas Anung makin paham.

    Salut buat pak Bangun dan teman-teman yang mau bertanya melalui blog ini.

    Salam

  8. Anung said

    Terimakasih untuk jawabannya, Pak Bangun. Dan mohon maaf untuk kesalahan penyebutan nama Pak Bangun. VE ini memang menarik, salah satu hal baru, yang belum diajarkan di jaman saya kuliah. Yang juga dulu belum diajarkan adalah standard contract FIDIC, karena jaman kuliah masih AV 41🙂

  9. Wahyu mahendra said

    Terima kasih Pak Bangun dan admin atas jawabannya. Terima kasih jg buat mas anung , semoga milis ini menjadi ajang kita untuk saling bertukar ilmu. Bravo!!!

  10. Kepada semua yang telah memberi komentar di tulisan ini, saya ucapkan terima kasih

    Sampai ketemu di tulisan selanjutnya.

    Salam

  11. wahyu mahendra said

    Milis UGM yang terhormat Berikut link dari General Conditions of Contract FIDIC 2005
    http://www.eng.ucy.ac.cy/schristo/Seminars/cons_mdb_gc_may05.pdf

    semoga bermanfaat.

  12. semangat……

  13. Tetep semangat
    Salam Semangat

  14. tamiflu no prescription

  15. Widyapraja said

    Pak Bangun,

    Saya Widyapraja, lulus dari UGM tahun 2006. Sekarang saya mengabdi di Adhi Karya dan sedang mengerjakan proyek EPC Migas di Total EP Indonesie, kebetulan saya dipercaya menjadi contract engineer di project ini. Memang sangat menarik untuk membahas masalah kontrak terutama mengenai VE.

    Saya sekarang juga sedang mempunyai kasus berkaitan dengan VE dan saya membutuhkan pandangan dari Bapak. Kontrak kami adalah lump-sum fixed price dimana dokumen kontrak terdiri dari basic engineering design dan gambar yang bersifat “indicative only and to detailed during engineering phase” sehingga segala sesuatunya akibat kesalahan/ketidak sesuaian basic design menjadi tanggung jawab kontraktor setelah menandatangani Endorsement Design Dossier.

    Pada waktu Detail Engineering stage kami melakukan berbagai VE dan di-approve oleh client namun kemudian client juga menambahkan beberapa item baru diluar scope dengan alasan balance budget akibat VE. Kami menolak untuk balance budget karena segala resiko ketidak sesuaian volume basic design terhadap DED yang di-approve sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor sehingga jika ada saving menjadi hak kontraktor sepenuhnya sehingga fair dan item pekerjaan untuk balance budget tersebut betul2 item baru diluar kontrak.

    Memang sesuai dengan FIDIC 1999 – EPC/Turnkey article 13.2 memang mengatur tentang VE dan savings dibagi 50/50. Apakah prinsip balance budget tersebut dibenarkan/diperbolehkan dalam kontrak EPC Pak? Apakah VE tersebut harus dicover dengan pengajuan Change Order Request (COR) dengan no cost impact? sehingga dibelakang tidak ada masalah dengan VE yang telah kita ajukan.

    Salam,

  16. Bangun Sucipto said

    Mas Widya,
    Balance budget salah itu cara Client memanfaatkan dana yang ada, adalah hak meraka. Bila ada requirement baru, ada tambahan tanggung jawab Kontraktor, anda layak mengajukan claim (sebaiknya tidak menolak).

    Silahkan cek lagi dalam FIDIC 1999 clause 13.2 FIDIC EPC/Turnkey Projects, tidak tertulis secara explisit share saving 50/50, berbeda dengan FIDIC Construction Projects. Namun begitu tidak menutup kemungkinan Kontraktor untuk mendapat “benefit” sesuai dengan peluang yang dapat diciptakan sendiri.

    Tambahan lagi, pada sub-clause 13.3 (c) dimana Kontraktor dapat mengajukan “proposal for adjustment to the Contract Price” yang dibenarkan juga kalau memasukkan “reasonable profit”.

    Salam Sukses.

  17. Mas Widyapraja

    Kalau belum puas silahkan dikomentari lagi.
    Dengan demikian para pembaca lainnya mendapat manfaat dari diskusi ini.

    Salam Sehati

  18. Widyapraja said

    Pak Bangun,

    Betul Pak dalam FIDIC EPC/Turnkey tidak secara eksplisit pengaturan share 50/50 namun secara jelas dinyatakan bahwa setiap VE pihak employer berhak juga atas efisiensi yang terjadi.

    Dalam kontrak EPC dimana kondisinya berbeda dengan kontrak dalam general construction,dalam kontrak EPC sejauh yang pernah saya alami dokumen basic biasanya masih sangat general dan terkadang dimensi/perhitungan hanya perkiraan saja dan tugas Kontraktor untuk memeriksa lagi kebenarannya dan yang lebih parah lagi beberapa scope pekerjaan hanya berupa kata-kata saja namun tidak dijelaskan dalam gambar sehingga tidak jelas bentuknya dan berapa banyak dibutuhkan.

    Sebagai contoh saja misalnya dalam dokumen basic desain cooling load HVAC suatu ruangan membutuhkan 9,000 btuh setelah fase DED ternyata setelah dihitung lagi dibutuhkan 24,000 btuh Kontraktor tidak berhak mengeklaim selisih kapasitas tersebut karena sudah ditandatanganinya Endorsement Design Dossier sehingga kontraktor telah sepakat bahwa basic design adalah benar (dalam FIDIC EPC/Turkey article 5.1 jg mengatur itu)dan tidak ada perubahan dalam spesifikasi didalam ruangan tersebut. Sehingga menjadi resiko kontraktor untuk mengadakan 24,000 btuh tanpa adanya tambahan biaya.

    Disisi lain jika ada VE employer meminta sebagian hasil efisiensi tersebut sehingga tampaknya tidak fair. Mohon tanggapan dari Bapak.

    Untuk Bung moderator terimakasih banyak atas adanya forum ini semoga bisa memperluas wawasan dan silaturahmi kita bersama.

    Salam,

    Widyapraja

  19. nda said

    nice posting…:)

  20. bangun sucipto said

    mas Widya,

    – Untuk contoh kasus HVAC diatas kalau Kontraktor dalam membuat basic sudah yakin sesuai dengan requirement / spesifikasi yang ada, (barangkali perlu cari “independent opinion”), bukankah masih ada jalan untuk menempuh recovery lewat badan penyelesaian dispute yg telah disepakati dlm kontrak? Dalam hal ini (apapun) Kontrakor tetap mengajukan claim utk itu. Termasuk kasus2 lain yang Kontraktor merasa dirugikan. Dari kumpulkan klaim-klaim tersebut, pasti akan mendapat kompensasi, atau minimal kelak untuk bargaining bilamana ada klaim dari Owner.
    – Apapun permintaan Owner, (baik yang kita anggap fair maupun tidak) selama dituangkan tertulis, Kontraktor harus memenuhi, dengan imbalan akan dibayar sesuai kontrak. Kalaupun belum belum ada aturan dalam Kontrak, semakin baik untuk Kontraktor….ya klaim lagi.

    He he.., rupanya ini mulai berbelok dari masalah VE kemasalah Kontrak/klaim ya.
    OK, salam selamat bekerja & sukses.

  21. Kolaborasi mas Bangun dan teman-teman pemerhati masalah Sipil ini sungguh luar biasa.

    Seandainya semua diskusi selalu berjalan seperti ini ya?
    Banyak sinergi yang akan muncul.
    makasih pak Bangun yang setia menjawab pertanyaan teman-teman.

    Salam Sehati.

    Hi JogJa

  22. bangun sucipto said

    Ketika Kontraktor/Konsultan Asing (Pemain Konstruksi Multinational) ramai berkiprah dinegeri ini…., dan.. dengan kekuatan modal, teknologi, network, engineering skills, tentunya akan mengurangi lahan Kontraktor/Konsultan Nasional.., Sebagai Civil Engineer, …Apa yang mesti anda lakukan sekarang dan di masa depan?

    Salam Bike-bike weekend & Hi-Jogja

  23. Muhammad Nur said

    Ass..??
    Sy mahsiswa Fak. Teknik, jrsan Teknik sipil Univ. Borneo Tarakan ( Kaltim )
    Mungkin Abang”/Bapak Bru mendengar Kamps sya krna memang Bru brdiri pd tahun 2000.?
    Skarg sy sdang skripsi dan kaitanya dengan Aplikasi Value Engineering,!!
    Sbnarnya sya pgen banyak sharing dgan bpak” mgenai VE ini Via Phon !!
    Apakah Ada no. Hp yg bisa sya Hubungi..???
    Trim’s
    Chuppank_civil@yahoo.co.id

  24. @Mas Muhammad Nur :

    Silahkan kontak langsung dengan mas Bangun di bangunsh@yahoo.com

    Salam sehati

  25. Umam said

    Salam Kenal & Sukses Selalu.

  26. Saya mahasiswa teknik sipil Politeknik Negeri Jakarta, beberapa minggu lalu saya telah praktek kerja lapangan di proyek jalan tol JORR W2 seksi I paket 1. Ada bagian pekerjaan pada bahu jalan yang semestinya (sesuai kontrak) menggunakan Flexible Pavement tapi salah satu pihak (kemungkinan kontraktor) mengajukan untuk merubah menjadi Rigid Pavement (sama dengan Main Road nya) dengan berbagai alasan termasuk beban kendaraan saat traffic padat, kendaraan ikut membebani bahu jalan yang sebenarnya tidak di desain untuk menahan beban seperti pada main road . Pada akhirnya ide itu disetujui. Itu termasuk dalam Value Engineering?
    Pada kenyataanya Main Contractor dalam pelaksanaan tidak melulu memperoleh keuntungan disetiap item pekerjaan, contohnya ketika saat pengecoran dimana jika terjadi salah perhitungan waktu tiba terlambat Truck mixer akibat traffic jam, jalan akses, dsb. Dan akhirnya beberapa truck mixer tidak terpakai alias mortarnya dibuang tidak terpakai meskipun telah ditambah air dsb. (kasus ini karna kesalahan jadwal kontraktor yg jalan akses belum siap 100%).
    Ilustrasi tersebut apakah mendorong (passion) pihak kontraktor untuk melakukan Value engineering untuk memperoleh keuntungan dan juga untuk menutupi kerugian kontraktor?
    Untuk benefit 50/50 apakah selalu mendapat seperti itu? jika tidak tertuang dalam kontrak mengenai value engineering atau sebatas “diperbolehkan melakukan perubahan asal mutu / spec tetap” mungkinkah terjadi “tawar-menawar” dalam hal keuntungannya?
    Terima kasih

  27. Anwar said

    Saya mahasiswa Univ. Jayabaya Jakarta, saya sedang membuat skripsi tentang value engineering, mohon informasi dimana saya bisa beli buku “Aplikasi Value Engineering &. Analysis Pada Perencanaan Dan Pelaksanaan Untuk Mencapai Program Effisiensi” penulis Dr. Ir. S. Chandra. Terima kasih atas bantuannya

  28. cchamzawi said

    Saya butuh buku diatas: optimasi infrastruktur-Bangun Sucipto, di Gramedia Purwokerto belum ada. Kiranya dapat dibantu

  29. Salam.

    Yang ingin buku tersebut, mungkin bisa kontak ke mas Bangun di bangunsh@yahoo.com
    Semoga alamatnya belum berubah.

    Salam sehati

  30. Andy said

    mau bertanya bapak.. :

    1. Berapa sih idealnya keuntungan hasil VE untuk owner dan kontraktor..??

    2. Performance kontraktor bagaimana yang ELIGIBLE untuk melakukan VE, eg. dan apakah kontraktornya harus punya staf design yang ber-SIBP..??

    3. apakah diperlukan Revisi ijin , eg. IMB, untuk hasil VE ..??

    4. mohon tanya, ada empat jenis nilai. Nilai mana yg di terima oleh pemerintah dalam kebijakan harga..? apa alasannya..??
    yang nilainya merupakan dari apa yang dua lainnya (kecuali untuk pemerintah) ? serta bagaimana biaya dan nilai terkait Rekayasa Nilai..??

    Terima kasih atas jawaban yg bapak berikan..
    berbagi itu indah…

  31. Kayaknya mas Bangun yang berhak njawab mas Andy,
    Silahkan kontak ke mas Bangun di bangunsh@yahoo.com

    Salam

  32. I feel that is one of the so much vital info for me.
    And i am happy studying your article. However wanna commentary on few general issues, The website style is perfect, the articles is really excellent
    : D. Excellent process, cheers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: