blognya cah-cah sipil UGM

komunitas blogger Teknik Sipil dan Lingkungan UGM

Posts Tagged ‘civeng’

Bahasa Dunia ke 3 : Bahasa Indonesia !!!

Posted by Eko Sutrisno HP pada Februari 8, 2009

Apa yang menarik dari ucapan Matt Mullenweg sang bidan wordpress tentang Indonesia. Katanya,” Bahasa Inggris merupakan bahasa terbesar pertama di situs wordpress dan bahasa Indonesia menduduki urutan ke tiga setelah bahasa Spanyol”

“Itu sebabnya aku kesini, untuk menghormati para pemakai wordpress di Indonesia”, lanjutnya.

Wow… begitu rupanya ya..!:-)

Aku jadi inget profesor Sunaryo, ahli pengairan Indonesia dari UGM. Beliau ini malang melintang di mana-mana, baik di Indonesia maupun di manca negara. Kelemahan dan kelebihan beliau adalah pada kemampuannya berbahasa.

Diamanapun dia ceramah, maka yang dipakai selalu dan selalu hanya bahasa Indonesia. Bahasa non Indonesia tidak pernah menarik hatinya.

Tentu hal ini menjadi merepotkan bagi panitia, karena harus menyediakan penterjemah yang pandai berbahasa asing sekaligus pandai dan menguasai masalah teknik pengairan.

Tuhan rupanya sudah menyiapkan putra UGM juga untuk menjadi penterjemah beliau, namanya Pragnyono.

Seorang asisten dari prof Sunaryo yang, kata pak Sunaryo sendiri lebih pinter dibanding dia. Kelemahan Pragnyono, kata Prof Sunaryo adalah,”dia lebih muda dari aku dan menurut apa yang kukatakan”

“Kelebihannya, adalah dia bisa menceritakan lebih ilmiah dari aku dan lebih detil”, lanjut pak Naryo.

Dua orang ini memang sangat kontras, meski kedua-duanya sangat baik hati. Pak Naryo ini sangat baik hati dalam memberi nilai mahasiswanya, dia suka memberi sisir [nilai E] agar para mahasiswanya pandai berdandan [he..he..he..]

Pak Pragnyono, begitu ramah menerimaku di rumahnya. Dia hilangkan jarak antara dosen dan mahasiswa, sehingga aku merasa nyaman berbicara dengan dia ketika membahas tugas akhir.

Ceritanya, suatu hari pak Naryo ini ceramah di Jepang [semoga gak salah ingat] dan para hadirin tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia.

Seperti biasa, untuk kasus ini pak Pragnyono mendampingi beliau sebagai penterjemah.

Setelah pak Sunaryo cas cis cus dengan sangat lancar, maka pada giliran tanya jawab, pak Naryo bilang begini,

“Makalah sudah ditulis dalam bahasa yang dimengerti oleh hadirin, saya sudah menjelaskan dengan sangat jelas, jadi kalau ada pertanyaan, silahkan diajukan dan asisten saya yang akan menjawab. Saya baru akan menjawab kalau asisten saya tidak mampu menjelaskan apa yang saya sampaikan tadi”

Sudah pasti, karena asistennya lebih pinter bahasa Inggris, dan sangat memahami masalah, maka semua penanyapun terpuaskan.

“Nah, asistennya saja sudah begitu hebat apalagi aku”, kata pak Naryo terbahak-bahak.

Para mahasiswapun ikut tertawa terpingkal-pingkal mendengar celoteh pak Naryo ini.

Begitulah pak Naryo yang kukenal. Orang yang sangat humoris dan selalu menyediakan separuh jam kuliahnya untuk bercerita tentang hidup dan kehidupan [terutama yang menyangkut masalah wanita].

Kecintaan pak Naryo pada bahasa Indonesia membuat aku ikut menulis blog hanya dalam bahasa Indonesia [soale angel kalau nulis dalam bahasa Inggris]. Toh di wordpress sudah jadi bahasa ke 3 dunia.

Yuk bangga berbahasa Indonesia.

Salam

Iklan

Posted in cerita kita, serba serbi, teknik sipil | Dengan kaitkata: , , , , , , | 22 Comments »

nDobos di Kampus

Posted by Eko Sutrisno HP pada Februari 1, 2009

 

Tahun lalu aku dapet tugas wawancara calon pegawai baru di Undip Semarang. Rasanya nyaman berada di kota LunPia itu. Nostalgia Semarang segera terpampang di halaman muka mataku.

Tahun 2009 ini, aku kebagian tugas wawancara di Yogya. Hmmm…. aroma nostalgia langsung tercium jauh sebelum aku menginjakkan kaki di Cengkareng.

Benar saja, begitu kakiku menginjakkan kaki di ruang sidang biru lantai 3 fakultas teknik sipil, maka semerbak nostalgia langsung memenuhi hidungku.

 

Mulai dari bos dosen sampai kepala bagian pengairan [Mr.GiYaT] alias yang punya kekuasaan mutlak di dapur, langsung menyalamiku. Aslinya aku pingin ketemuan dengan Master Milis Civeng Mr.Djoko Luknanto, tapi aku tahu beliau sedang super sibuk, jadi ya hanya nitip salam saja.

“Kayak pulang kampung ya dab..!”, kata mr Rudi, sang pengrajin mobil pemilik Kupu-Kupu Malam Yogya, mengomentari keakrabanku dengan “aktifis” kantor jurusan teknik sipil ini.

Acara yang tadinya dijadwalkan dimulai jam 08.00 ini molor, padahal tidak ada hal-hal yang menjadi kendala. Malam ini aku baru nyadar kalau panitia di Yogya ini kan modelnya lain dengan Semarang, jadi penuh unggah-ungguh. Kalau belum diminta mulai, ya nunggu dulu perintah, takut “kuwalat” [halah….!]

Untung para calon pelamar mau memaafkan panitia [he..he..he.. dimaafkan enggak ya], sehingga acara tetap lancar meskipun terlambat dimulai. Akupun tampil memperkenalkan Waskita di hadapan mereka.

Presentasi yang kurang optimal [bagiku], karena aku baru menerima materi presentasi di saat dan di jam mulai presentasi itu. Biasanya aku buat sendiri presentasi itu, sehingga aku sangat menguasai jumlah slide yang ada di presentasi itu.

Aku heran juga, ternyata saat wawancara, banyak yang terkesan dengan presentasiku [alah … ini paling mbujuki biar diterima ya…]

Ternyata ada kendala yang tidak kuperhitungkan saat aku mewawancarai para calon pegawai itu. Banyaknya ikatan kelompokisme membuat aku jadi terperangah. Wah aku harus profesional nih, masak gara-gara satu alumni terus semua tak luluskan.

Begitu ketemu sama anggota Waterplant Community, aku langsung berbaik sangka, mereka pasti orang yang penuh pengabdian, bercita-cita luhur dan punya visi serta misi hidup yang jelas. Wis langsung diterima saja.

Ada juga yang ternyata tetanggaan, terus ada yang sama-sama alumni delayota. Wah … banyak banget ternyata yang punya hubungan kelompokisme denganku.

Untungnya mereka masuk range di atas batas bawah, bahkan ada yang “top” tenan, sehingga aku tetap dapat menjaga profesionalismeku. Jadi akupun dapat dengan lega meloloskan mereka ke jenjang berikutnya.

Di ajang inipun, seperti biasa, banyak titipan dari orang-orang tertentu agar dibantu diluluskan. Akupun seperti biasa, menyampaikan saat presentasi, bahwa kebanggaanku sebagai insan Waskita adalah diterima melalui serangkaian test yang sulit dan berliku-liku.

Jadi kalau ada yang nitip atau dititpkan, pasti kuterima dengan tangan terbuka asal tetap mengikuti rangkaian test yang dilakukan.

Selesai wawancara, ada yang membisikiku bahwa nama peserta XXX adalah titipan apk YYY [seorang bos besar]. Aku sampai kaget, lha bos sebesar itu kok masih mau nitip2 ya? Apalagi setelah dia menyebut nama XXX, lah si XXX itu nilainya bagus banget, penampilan mantap kok ya masih dititip-titipkan.

Ada juga titipan model lain, yaitu titipan pertanyaan. Nah, ini baru menarik.

“Tanyain suhu air menguap pada tekanan atmosfer mas. Banyak lulusan teknik mesin UGM yang nggak bisa njawab tuh”, begitu titipannya. Eh … bener, ketika kutanyakan nggak ada yang bisa njawab tuh.

Lucunya, aku sendiri sebenarnya juga nggak bisa njawab, begitu juga bank Al, yang kukenal pintar, ternyata katanya juga nggak bisa njawab.

Jadi masalahnya, apa pertanyaannya yang terlalu sulit ya?
Jangan-jangan malah anak SMP yang bisa njawab.

He..he..he… selamat datang para calon pegawai Waskita Karya

Jumatan di Masjid Teknik
[katanya tidak boleh disebut masjid tapi mushola, karena masjid hanya ada satu di kampus]
 
poster di masjid Teknik
[hmmm … semangat perdamaian yang indah]

Posted in cerita kita, dunia kerja, kampus, serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , | 6 Comments »