blognya cah-cah sipil UGM

komunitas blogger Teknik Sipil dan Lingkungan UGM

Posts Tagged ‘waskita’

Kuliah lapangan 26 Februari 2011

Posted by Eko Sutrisno HP pada Februari 21, 2011

Ingin ilmu aplikasi lapangan? Terlebih gratis dan berhadiah? Mahasiswa S1 JTSL FT UGM angkatan berapapun silahkan join!

Kita sehatkan diri kita dan kita segarkan juga otak kita dengan kuliah di lapangan langsung di lokasi pekerjaan cah sipil.

Salam sehati

Iklan

Posted in dunia kerja, kampus | Dengan kaitkata: , , , , , | 1 Comment »

Bedah Tuntas Jembatan Suramadu

Posted by Eko Sutrisno HP pada Desember 31, 2010

Acara bedah tuntas Jembatan Suramadu yang diprakarsai oleh Bagian Pendidikan Yatsigama sebagai kegiatan akhir tahun telah berlangsung sukses. Tidak seperti biasanya, banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta acara.

“UGM ini seperti miniatur Indonesia. Kalau sudah masuk acara tanya jawab sering macet, tidak banyak penanya dan kalaupun ada lebih banyak pertanyaan basa basi”

Hari ini pertanyaan cukup banyak dan dijawab dengan tuntas oleh para presenter. Ada dua presenter yang tampil dalam acara bedah tuntas Jembatan Suramadu ini. Presenter pertama adalah Sutopo Broto, mantan wakil kepala proyek Jembatan Suramadu dari PT Waskita Karya dan Bangun Sucipto, pakar Value Engineering Indonesia yang sudah diakui dunia internasional.

Sutopo Broto lebih banyak menjelaskan detil pelaksanaan Jembatan Suramadu dan Bangun Sucipto menjelaskan seluk beluk Value Engineering (VE) terhadap penghematan biaya konstruksi tanpa harus bertindak curang.

Segala masalah teknis disampaikan dan dikupas secara tuntas habis. Mengingat sebagian besar peserta adalah mahasiswa semester 5, maka sebelum mengupas tuntas masalah teknis yang ada di Suramadu, dijelaskan dulu secara rinci langkah demi langkah proses pelaksanaan Jembatan Suramadu.

Begitu selesai acara, maka makalah bisa langsung diminta kepada presenter, sehingga bagi yang tidak sempat mencatat dapat mempelajarinya kemudian di rumah setelah mengunduh file tersebut.

Bangun Sucipto selain bercerita tentang segala macam model VE, maka sempat juga disinggung tentang VE di sebuah jembatan yang “mirip” Suramadu.

“Jembatan yang mirip Suramadu ini kalau dilakukan VE akan menghemat banyak biaya. Slnjutnya biaya pengehmatan ini tidak hanya dinikmati oleh kontraktor saja, tetapi bisa juga dinikmati oleh Owner”

“Berbeda dengan inovasi yang dilakukan oleh kontraktor yang hanya dinikmati oleh pihak kontarktor saja, maka VE lebih adil dan lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara”

Di akhir acara disampaikan bahwa acara kupas tuntas Jembatan Suramadu ini akan dimuat dalam situ sresmi Teknik Sipil UGM (http://tsipil.ugm.ac.id/). Mari kita nantikan bersama liputannya.

Di blog ini, Mr. Bangun Sucipto atau Mr. Sutopo Broto akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih menggantung dari para peserta karena keterbatasan waktu.

Posted in kampus, teknik sipil | Dengan kaitkata: , , , , , | 1 Comment »

nDobos di Kampus

Posted by Eko Sutrisno HP pada Februari 1, 2009

 

Tahun lalu aku dapet tugas wawancara calon pegawai baru di Undip Semarang. Rasanya nyaman berada di kota LunPia itu. Nostalgia Semarang segera terpampang di halaman muka mataku.

Tahun 2009 ini, aku kebagian tugas wawancara di Yogya. Hmmm…. aroma nostalgia langsung tercium jauh sebelum aku menginjakkan kaki di Cengkareng.

Benar saja, begitu kakiku menginjakkan kaki di ruang sidang biru lantai 3 fakultas teknik sipil, maka semerbak nostalgia langsung memenuhi hidungku.

 

Mulai dari bos dosen sampai kepala bagian pengairan [Mr.GiYaT] alias yang punya kekuasaan mutlak di dapur, langsung menyalamiku. Aslinya aku pingin ketemuan dengan Master Milis Civeng Mr.Djoko Luknanto, tapi aku tahu beliau sedang super sibuk, jadi ya hanya nitip salam saja.

“Kayak pulang kampung ya dab..!”, kata mr Rudi, sang pengrajin mobil pemilik Kupu-Kupu Malam Yogya, mengomentari keakrabanku dengan “aktifis” kantor jurusan teknik sipil ini.

Acara yang tadinya dijadwalkan dimulai jam 08.00 ini molor, padahal tidak ada hal-hal yang menjadi kendala. Malam ini aku baru nyadar kalau panitia di Yogya ini kan modelnya lain dengan Semarang, jadi penuh unggah-ungguh. Kalau belum diminta mulai, ya nunggu dulu perintah, takut “kuwalat” [halah….!]

Untung para calon pelamar mau memaafkan panitia [he..he..he.. dimaafkan enggak ya], sehingga acara tetap lancar meskipun terlambat dimulai. Akupun tampil memperkenalkan Waskita di hadapan mereka.

Presentasi yang kurang optimal [bagiku], karena aku baru menerima materi presentasi di saat dan di jam mulai presentasi itu. Biasanya aku buat sendiri presentasi itu, sehingga aku sangat menguasai jumlah slide yang ada di presentasi itu.

Aku heran juga, ternyata saat wawancara, banyak yang terkesan dengan presentasiku [alah … ini paling mbujuki biar diterima ya…]

Ternyata ada kendala yang tidak kuperhitungkan saat aku mewawancarai para calon pegawai itu. Banyaknya ikatan kelompokisme membuat aku jadi terperangah. Wah aku harus profesional nih, masak gara-gara satu alumni terus semua tak luluskan.

Begitu ketemu sama anggota Waterplant Community, aku langsung berbaik sangka, mereka pasti orang yang penuh pengabdian, bercita-cita luhur dan punya visi serta misi hidup yang jelas. Wis langsung diterima saja.

Ada juga yang ternyata tetanggaan, terus ada yang sama-sama alumni delayota. Wah … banyak banget ternyata yang punya hubungan kelompokisme denganku.

Untungnya mereka masuk range di atas batas bawah, bahkan ada yang “top” tenan, sehingga aku tetap dapat menjaga profesionalismeku. Jadi akupun dapat dengan lega meloloskan mereka ke jenjang berikutnya.

Di ajang inipun, seperti biasa, banyak titipan dari orang-orang tertentu agar dibantu diluluskan. Akupun seperti biasa, menyampaikan saat presentasi, bahwa kebanggaanku sebagai insan Waskita adalah diterima melalui serangkaian test yang sulit dan berliku-liku.

Jadi kalau ada yang nitip atau dititpkan, pasti kuterima dengan tangan terbuka asal tetap mengikuti rangkaian test yang dilakukan.

Selesai wawancara, ada yang membisikiku bahwa nama peserta XXX adalah titipan apk YYY [seorang bos besar]. Aku sampai kaget, lha bos sebesar itu kok masih mau nitip2 ya? Apalagi setelah dia menyebut nama XXX, lah si XXX itu nilainya bagus banget, penampilan mantap kok ya masih dititip-titipkan.

Ada juga titipan model lain, yaitu titipan pertanyaan. Nah, ini baru menarik.

“Tanyain suhu air menguap pada tekanan atmosfer mas. Banyak lulusan teknik mesin UGM yang nggak bisa njawab tuh”, begitu titipannya. Eh … bener, ketika kutanyakan nggak ada yang bisa njawab tuh.

Lucunya, aku sendiri sebenarnya juga nggak bisa njawab, begitu juga bank Al, yang kukenal pintar, ternyata katanya juga nggak bisa njawab.

Jadi masalahnya, apa pertanyaannya yang terlalu sulit ya?
Jangan-jangan malah anak SMP yang bisa njawab.

He..he..he… selamat datang para calon pegawai Waskita Karya

Jumatan di Masjid Teknik
[katanya tidak boleh disebut masjid tapi mushola, karena masjid hanya ada satu di kampus]
 
poster di masjid Teknik
[hmmm … semangat perdamaian yang indah]

Posted in cerita kita, dunia kerja, kampus, serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , | 6 Comments »