blognya cah-cah sipil UGM

komunitas blogger Teknik Sipil dan Lingkungan UGM

Sejarah Kereta Api Indonesia

Posted by herr pada Agustus 11, 2008

Dapat dikatakan bahwa secara de-facto hadirnya kerata api di Indonesia ialah dengan dibangunnya jalan rel sepanjang 26 km pada lintas Kemijen-Tanggung yang dibangun oleh NV. Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Pembangunan jalan rel tersebut dimulai dengan penyangkulan pertama pembangunan badan jalan rel oleh Gubernur Jenderal Belanda Mr. L.A.J. Baron Sloet Van De Beele pada hari Jum’at tanggal 17 Juni 1864. Jalur kereta api lintas Kemijen-Tanggung mulai dibuka untuk umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867. Sedangkan landasan de-jure pembangunan jalan rel di jawa ialah disetujuinya undang-undang pembangunan jalan rel oleh pemerintah Hindia Belanda tanggal 6 April 1875.

Dengan telah adanya undang-undang pembangunan jalan rel yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia Belanda dan dengan berhasilnya operasi kereta api lintas Kemijen-Temanggung (yang kemudian pembangunannya diteruskan hingga ke Solo), pembangunan jalan rel dilakukan di beberapa tempat bahkan hingga di luar Jawa, yaitu di Sumatera dan Sulawesi.

Namun sejarah jalan rel di Indonesia mencatat adanya masa yang memprihatinkan yaitu pada masa pendudukan Jepang. Beberapa jalan rel di pulau Sumatera dan pulau Sulawesi serta sebagian lintas cabang di pulau Jawa dibongkar untuk diangkut dan dipasang di Burma (Myanmar). Bahkan pemindahan jalan rel ini juga disertai dengan dialihkannya sejumlah tenaga kereta api Indonesia ke Myanmar. Akibat tindakan Jepang tersebut ialah berkurangnya jaringan jalan rel di Indonesia. Data tahun 1999 memberikan informasi bahwa panjang jalan rel di Indonesia ialah 4615,918 km, terdiri atas Lintas Raya 4292,322 km dan Lintas Cabang 323,596.

Dalam masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia peran kereta api sangatlah besar. Sejarah mencatat peran kereta api dalam distribusi logistik untuk keperluan perjuangan dari Ciporoyom (Bandung) ke pedalaman Jawa Tengah, mobilisasi prajurit pejuang di wilayah Jogjakarta-Magelang-Ambarawa. Hijrahnya pemerintahan republik Indonesia dari Jakarta ke Jogjakarta tahun 1946 tidak lepas pula dari peran kereta api. Tanggal 3 Januari 1946 rombongan Presiden Soekarno berhasil meninggalkan Jakarta menggunakan kereta api, tiba di Jogjakarta tanggal 4 Januari 1946 pukul 09.00 disambut oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Sejarah perjuangan Bangsa Indonesia mencatat pengambilalihan kekuasaan perkereta-apian dari pihak Jepang oleh Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) pada peristiwa bersejarah tanggal 28 September 1945. Pengelolaan kereta api di Indonesia telah ditangani oleh institusi yang dalam sejarahnya telah mengalami beberapa kali perubahan. Institusi pengelolaan dimulai dengan nasionalisasi seluruh perkereta-apian oleh Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI), yang kemudian namanya dipersingkat dengan Djawatan Kereta Api (DKA), hingga tahun 1950. Institusi tersebut berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada tahun 1963 dengan PP. No. 22 tahun 1963, kemudian dengan PP. No. 61 tahun 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Perubahan kembali terjadi pada tahun 1990 dengan PP. No. 57 tahun 1990 status perusahaan jawatan diubah menjadi perusahaan umum sehingga PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kerata Api (Perumka). Perubahan besar terjadi pada tahun 1998, yaitu perubahan status dari Perusahaan Umum Kereta Api menjadi PT Kereta Api (persero), berdasarkan PP. No. 19 tahun 1998.

Perkembangan dalam dunia kereta api di Indonesia terus berlangsung, begitu pula dengan teknologinya. Tanggal 31 Juli 1995 diluncurkan KA Argo Bromo (dikenal juga sebagai KA JS 950) Jakarta-Surabaya dan KA Argo Gede (JB 250) Jakarta-Bandung. Peluncuran kedua kereta api tersebut mendandai apresiasi perkembangan teknologi kereta api di Indonesia dan sekaligus banyak dikenal sebagai embrio teknologi nasional. Saat ini selain kedua KA “Argo” tersebut di atas, telah beroperasi pula KA Argo Lawu, KA Argo Dwipangga, KA Argo Wilis, KA Argo Muria.

Kemampuan dalam teknologi perkereta-apian di Indonesia juga terus berkembang baik dalam prasarana jalan rel maupun sarana kereta apinya. Dalam rancang bangun, peningkatan dan perawatan kereta api, perkembangan kemampuan tersebut dapat dilihat di PT. Inka (Industri kereta Api) di Madiun, dan balai Yasa yang terdapat di beberapa daerah.

Sumber: Buku Jalan Rel (Suryo Hapsoro Tri Utomo)

Artikel terkait: Sejarah Transportasi Kereta Api

15 Tanggapan to “Sejarah Kereta Api Indonesia”

  1. […] Sumber:sipilugm […]

  2. wisnu jurono said

    pentrigger perang jawa 1825-1830 dikisahkan adalah diterabasnya halaman P Diponegoro untuk jalan rel. Jalur rel lewat tegalrejo ini kenapa kok tidak masuk dalam riwayat KA di Indonesia ya, padahal jauh mendahului jalur kemijen-tanggung.

  3. joe said

    mengapa dikalimantan tidak sempat dibangun kereta api….
    kapan ya? ada kereta api dikalimantan…..

  4. […] undang-undang pembangunan jalan rel oleh pemerintah Hindia Belanda tanggal 6 April 1875. [sipil UGM] […]

  5. hemmmm, kalo ada informasi lagi , mau dong..🙂

  6. AGUSTINA BILONDATU said

    kapan Yaa…. gorontalo ada kereta apinya ????????????????????????????????????

  7. […] PTKAI, trayekkeretaJabotabek, MRTBangkok, IndianRailways, sejarahKAdiIndo, sejarahKAdiIndo (lagi), sejarahKAlagi, keretaJakarta, tremSurabaya, KACiroyom, macetdenganekonomi, toiletKAramahlingkungan, Petite […]

  8. reby said

    kapan ya diperbaiki jalur kereta api padang pariaman-bukit tinggi????

  9. ahmad nugraha aji said

    salah itu., jalur pertama di Indonesia sebenarnya bukan Kemidjen-Tanggoeng tapi Semarang-Tanggoeng *sumber majalah KA

  10. gunawan mp 84 said

    bagi yang pingin kerja di infrastruktur kereta api hub aku ya putragunawan70@yahoo.co..di

  11. bang.
    anak PWK mau tanya nih.
    mungkin ga sih rel kereta itu dipindahin? relokasi maksud saya.
    Kalo menurut saya sih mungkin banget dipindah. Nah masalahnya, temen2 studio saya pada ga setuju ms, mereka bilang bakal ga bisa dipindah, terlalu berat, mahal dll.
    Untuk itu saya minta dukungan argumentasi dan jawaban untuk meyakinkan mereka, dan berita2 tentang relokasi rel yg telah dilakukan di indonesia.
    Maaf banyak banget tanyanya.😦 .

  12. pindahnya ga jauh2 sih.
    cuma dirapihin. jadinya, cuman mau dipindah sekitar 3-6 meter dari letak rel sebelumnya.

  13. fitri said

    kapan kereta api kita punya kecepatan 500 km per jam ya??????? 1 abad lagi????????

  14. Informatif Gan!
    Semoga para elit punya pemikiran untuk meningkatkan sistem transportasi masal kita, dan tak terus-terusan menyerahkan kebutuhan hidup rakyat ke otoritas swasta.

  15. kake sya mantan TKR didaerah pegadenbaru, dia crita skitar thun 1944/1945 jam 14:30 ada lokomotif c²8 dngan 8 gerbong isi nya tentara belanda, wktu kereta melintas lngsung di st.pegadenbaru kake sya dan temn2 nya lngsung menghujani nya dngan batu, panah, senapan, dan meriam yg di tmbkan ke arah kereta, beberapa tentara belanda yg berjaga di pintu, dan lokomotif trkena tmbkan dan jatuh dri kereta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: